Apa itu KEFIR ?
Kefir mulanya hanya dikonsumsi oleh Masyarakat Kaukasia selama ratusan tahun, menurut sejarah Biji Kefir diberikan oleh Nabi
Muhammad
kepada Rakyat Kaukasia dan menjadi semacam pusaka yang diwariskan
turun-temurun, kefir menjadi bagian dari kehidupan mereka. Kefir
berhasiat membuat mereka sehat, awet muda, dan berumur panjang termasuk
terpanjang di dunia dengan angka harapan hidup rata2 diatas 90 tahun.
Kefir adalah seperti
YOGURT yang dibuat dari susu yang difermentasikan dengan Kefir Grain. Susu bisa susu segar atau susu bubuk atau susu cair kemasan.
Kefir grains merupakan koloni bakteri yang bersimbiotik bersama-sama dengan unsur lain membentuk jaringan padat.
Kultur
bakteri Kefir Grains berusia lebih dari 5000 tahun, Kefir Grains
mengandung lebih dari 35 probiotik bakteri yang sangat menguntungkan dan
bermanfaat bagi kesehatan.
Baru kemudian pada awal
abad
pertengahan, melalui riset dan pembuktian kefir telah menyebar dan
dikonsumsi di berbagai penjuru dunia, seperti Eropa, Amerika, dan
Jepang.
Kefir adalah Pangan Fungsional untuk Kesehatan yang Optimal
Pangan Fungsional untuk Kesehatan yang Optimal
Orang-orang yang bijaksana sering mengatakan bahwa “kesehatan adalah
harta yang paling berharga dalam hidup ini”. Sehat dan bugar adalah dua
kunci yang sebaiknya dimiliki oleh setiap orang agar hidup ini menjadi
lebih bermakna melalui “Pangan Fungsional untuk Kesehatan yang Optimal “
Oleh : Made Astawan
Orang-orang yang bijaksana sering mengatakan bahwa “kesehatan adalah
harta yang paling berharga dalam hidup ini”. Sehat dan bugar adalah dua
kunci yang sebaiknya dimiliki oleh setiap orang agar hidup ini menjadi
lebih bermakna. Untuk mewujudkannya antara lain dapat kita lakukan
melalui pengaturan makanan.
DALAM kehidupan modern ini, filosofi makan telah mengalami
pergeseran, di mana makan bukanlah sekadar untuk kenyang, tetapi yang
lebih utama adalah untuk mencapai tingkat kesehatan dan kebugaran yang
optimal.
Fungsi pangan yang utama bagi manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan
zat-zat gizi tubuh, sesuai dengan jenis kelamin, usia, aktivitas fisik,
dan bobot tubuh. Fungsi pangan yang demikian dikenal dengan istilah
fungsi
primer (primary function).
Selain memiliki fungsi primer, bahan pangan sebaiknya juga memenuhi
fungsi sekunder (secondary function), yaitu memiliki penampakan dan cita
rasa yang baik. Sebab, bagaimanapun tingginya kandungan gizi suatu
bahan pangan akan ditolak oleh konsumen bila penampakan dan cita rasanya
tidak menarik dan memenuhi selera konsumennya. Itulah sebabnya kemasan
dan cita rasa menjadi faktor penting dalam menentukan apakah suatu bahan
pangan akan diterima atau tidak oleh masyarakat konsumen.
Seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan
pentingnya hidup sehat, maka tuntutan konsumen terhadap bahan pangan
juga kian bergeser. Bahan pangan yang kini mulai banyak diminati
konsumen bukan saja yang mempunyai komposisi gizi yang baik serta
penampakan dan cita rasa yang menarik, tetapi juga harus memiliki fungsi
fisiologis tertentu bagi tubuh.
Fungsi yang demikian dikenal sebagai fungsi tertier (
tertiary
function). Saat ini banyak dipopulerkan bahan pangan yang mempunyai
fungsi fisiologis tertentu di dalam tubuh, misalnya untuk menurunkan
tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, menurunkan kadar gula darah,
meningkatkan penyerapan kalsium, dan lain-lain. Semakin tinggi tingkat
kemakmuran dan kesadaran seseorang terhadap kesehatan, maka tuntutan
terhadap ketiga fungsi bahan pangan tersebut akan semakin tinggi pula.
Apa itu pangan fungsional?
Dasar pertimbangan konsumen di negara-negara maju dalam memilih bahan
pangan, bukan hanya bertumpu pada kandungan gizi dan kelezatannya,
tetapi juga pengaruhnya terhadap kesehatan tubuhnya (Goldberg, 1994).
Saat ini pangan telah diandalkan sebagai pemelihara kesehatan dan
kebugaran tubuh. Bahkan bila dimungkinkan, pangan harus dapat
menyembuhkan atau menghilangkan efek negatif dari penyakit tertentu.
Kenyataan tersebut menuntut suatu bahan pangan tidak lagi sekadar
memenuhi kebutuhan dasar tubuh (yaitu bergizi dan lezat), tetapi juga
dapat bersifat fungsional. Dari sinilah lahir konsep pangan fungsional
(fungtional foods), yang akhir-akhir ini sangat populer di kalangan
masyarakat dunia.
Kepopuleran tersebut ditunjang oleh suatu keyakinan bahwa di dalam
pangan fungsional terkandung gizi-gizi dan zat-zat non gizi yang sangat
penting khasiatnya untuk kesehatan dan kebugaran tubuh.
Fenomena pangan fungsional telah melahirkan paradigma baru bagi
perkembangan ilmu dan teknologi pangan, yaitu dilakukannya berbagai
modifikasi produk olahan pangan menuju sifat fungsional. Saat ini, di
Indonesia telah banyak dijumpai produk pangan fungsional, baik yang
diproduksi di dalam negeri maupun impor.
Sejak tahun 1984, Pemerintah Jepang telah menyusun suatu alternatif
pengembangan pangan fungsional dengan tujuan untuk memperbaiki
fungsi-fungsi fisiologis, agar dapat melindungi tubuh dari penyakit,
khususnya penyakit degeneratif seperti jantung koroner, hipertensi,
diabetes,
osteoporosis, dan kanker. Diharapkan dengan pengembangan pangan
fungsional dapat meningkatkan derajat kesehatan serta menekan biaya
medis bagi masyarakat Jepang.
Sampai saat ini belum ada definisi pangan fungsional yang disepakati
secara universal. The International Food Information (IFIC)
mendefinisikan pangan fungsional sebagai pangan yang memberikan manfaat
kesehatan di luar zat-zat dasar.
Menurut konsensus pada The First International Conference on
East-West Perspective on Functional Foods tahun 1996, pangan fungsional
adalah pangan yang karena kandungan komponen aktifnya dapat memberikan
manfaat bagi kesehatan, di luar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi
yang terkandung di dalamnya.
Definisi pangan fungsional menurut Badan POM adalah pangan yang
secara alamiah maupun telah melalui proses, mengandung satu atau lebih
senyawa yang berdasarkan kajian-kajian ilmiah dianggap mempunyai
fungsi-fungsi fisiologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan. Serta
dikonsumsi sebagaimana layaknya makanan atau minuman, mempunyai
karakteristik sensori berupa penampakan, warna, tekstur dan cita rasa
yang dapat diterima oleh konsumen. Selain tidak memberikan
kontraindikasi dan tidak memberi efek samping pada jumlah penggunaan
yang dianjurkan terhadap metabolisme zat gizi lainnya.
Golongan senyawa yang dianggap mempunyai fungsi-fungsi fisiologis
tertentu di dalam pangan fungsional adalah senyawa-senyawa alami di luar
zat gizi dasar yang terkandung dalam pangan yang bersangkutan, yaitu:
(1) serat pangan (deitary fiber), (2) Oligosakarida, (3) gula alkohol
(polyol), (4) asam lemak tidak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acids =
PUFA), (5) peptida dan protei tertentu, (6) glikosida dan isoprenoid,
(7) polifenol dan isoflavon, (8) kolin dan lesitin, (9) bakteri asam
laktat, (10) phytosterol, dan (11) vitamin dan mineral tertentu.
Meskipun mengandung senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, pangan
fungsional tidak berbentuk kapsul, tablet, atau bubuk yang berasal dari
senyawa alami (Badan POM, 2001). Pangan fungsional dibedakan dari
suplemen makanan dan obat berdasarkan penampakan dan pengaruhnya
terhadap kesehatan. Kalau obat fungsinya terhadap penyakit bersifat
kuratif, maka pangan fungsional hanya bersifat membantu pencegahan suatu
penyakit.
Persyaratan pangan fungsional
Jepang merupakan negara yang paling tegas dalam memberi batasan
mengenai pangan fungsional, paling maju dalam perkembangan industrinya.
Para ilmuwan Jepang menekankan pada tiga fungsi dasar pangan fungsional,
yaitu: (1) sensory (warna dan penampilannya yang menarik dan cita
rasanya yang enak), (2) nutritional (bernilai gizi tinggi), dan (3)
physiological (memberikan pengaruh fisiologis yang menguntungkan bagi
tubuh).
Beberapa fungsi fisiologis yang diharapkan dari pangan fungsional
antara lain adalah: (1) pencegahan dari timbulnya penyakit, (2)
meningkatnya daya tahan tubuh, (3) regulasi kondisi ritme fisik tubuh,
(4) memperlambat proses penuaan, dan (5) menyehatkan kembali (recovery).
Menurut para ilmuwan Jepang, beberapa persyaratan yang harus dimiliki
oleh suatu produk agar dapat dikatakan sebagai pangan fungsional
adalah: (1) Harus merupakan produk pangan (bukan berbentuk kapsul,
tablet, atau bubuk) yang berasal dari bahan (ingredien) alami, (2) Dapat
dan layak dikonsumsi sebagai bagian dari diet atau menu sehari-hari,
(3) Mempunyai fungsi tertentu pada saat dicerna, serta dapat memberikan
peran dalam proses tubuh tertentu, seperti: memperkuat mekanisme
pertahanan tubuh, mencegah penyakit tertentu, membantu mengembalikan
kondisi tubuh setelah sakit tertentu, menjaga kondisi fisik dan mental,
serta memperlambat proses penuaan.
Dari konsep yang telah dikembangkan oleh para ilmuwan, jelaslah bahwa
pangan fungsional tidak sama dengan food supplement atau obat. Pangan
fungsional dapat dikonsumsi tanpa dosis tertentu, dapat dinikmati
sebagaimana makanan pada umumnya, serta lezat dan bergizi.
Peranan dari makanan fungsional bagi tubuh semata-mata bertumpu
kepada komponen gizi dan non gizi yang terkandung di dalamnya.
Komponen-komponen tersebut umumnya berupa komponen aktif yang
keberadaannya dalam makanan bisa terjadi secara alami, akibat penambahan
dari luar, atau karena proses pengolahan (akibat reaksi-reaksi kimia
tertentu atau aktivitas mikroorganisme).
Contoh-contoh komponen aktif yang terdapat secara alami dalam bahan
pangan adalah: (1) nerodiol dan linalool pada teh hijau yang berperan
untuk mencegah karies gigi dan mencegah kanker; (2) komponen sulfur pada
bawang-bawangan yang berfungsi untuk mencegah agregasi platelet dan
menurunkan kadar kolesterol; (3) kurkumin pada rimpang kunyit dan
l-tumeron pada rimpang temulawak yang berkhasiat untuk pengobatan
berbagai penyakit; (4) daidzein dan genestein pada tempe yang berperan
untuk menurunkan kolesterol dan mencegah kanker; (5) serat pangan
(dietary fiber) dari berbagai sayuran, buah-buahan, serealia, dan
kacang-kacangan yang berperan untuk pencegahan timbulnya berbagai
penyakit yang berkaitan dengan proses pencernaan; serta (6) berbagai
komponen volatil yang terdapat pada bunga melati (jasmin), chrysant dan
chamomile yang aromanya sering digunakan sebagai aromaterapi.
Contoh komponen zat gizi yang sering ditambahkan ke dalam bahan
makanan adalah: (1) vitamin A, vitamin E, beta-karoten, flavonoid,
selenium, dan seng (zinc) yang telah diketahui peranannya sebagai
antioksidan untuk mengatasi serangan radikal bebas yang menjurus kepada
timbulnya berbagai penyakit kanker; (2) asam lemak omega-3 dari minyak
ikan laut untuk menurunkan kolesterol dan meningkatkan kecerdasan otak,
terutama pada bayi dan anak balita; (3) kalsium untuk menjaga kesehatan
tulang dan gigi, mencegah osteoporosis (kerapuhan tulang) dan tekanan
darah tinggi; (4) asam folat untuk mencegah anemia dan kerusakan syarat;
(5) zat besi untuk mencegah anemia gizi; (6) iodium untuk mencegah
gondok dan kretinisme (kekerdilan); (7) oligosakarida untuk membantu
pertumbuhan mikroflora yang dibutuhkan usus (bifido bacteria).
Contoh komponen aktif yang keberadaannya dalam bahan pangan akibat
proses pengolahan adalah zat-zat tertentu pada produk fermentasi susu
(yoghurt, yakult, kefir), fermentasi kedelai, dan lain-lain.
Pangan tradisional yang fungsional
Pangan fungsional dapat berupa makanan dan minuman yang berasal dari
hewani atau nabati. Walaupun konsep pangan fungsional baru populer
beberapa tahun belakangan ini, tetapi sesungguhnya banyak jenis makanan
tradisional yang memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai pangan
fungsional.
Contoh pangan tradisional Indonesia yang memenuhi persyaratan pangan
fungsional adalah: minuman beras kencur, temulawak, kunyit-asam, serbat,
dadih (fermentasi susu khas Sumatera Barat), dali (fermentasi susu
kerbau khas Sumatera Utara), sekoteng atau bandrek, tempe, tape, jamu,
dan lain-lain. Contoh makanan tradisional mancanegara yang dapat
dikategorikan sebagai makanan fungsional adalah: yoghurt, kefir,
koumiss, dan lain-lain.
Beberapa contoh pangan fungsional modern adalah: (1) pangan tanpa lemak,
rendah kolesterol dan rendah trigliserida; (2) breakfast cereals dan
biskuit yang diperkaya serat pangan; (3) mi instan yang diperkaya dengan
berbagai vitamin dan mineral; (4) permen yang mengandung zat besi,
vitamin, dan fruktooligosakarida; (5) pasta yang diperkaya dietary
fiber; (6) sosis yang diperkaya dengan oligosakarida, serat atau kalsium
kulit telur; (7) minuman yang mengandung suplemen dietary fiber,
mineral dan vitamin; (8) cola rendah kalori dan cola tanpa kafein; (9)
sport drink yang diperkaya protein; (1) minuman isotonic dengan
keseimbangan mineral; (11) minuman untuk pencernaan; (12) minuman
pemulih energi secara kilat; (13) teh yang diperkaya dengan kalsium, dan
lain-lain.
Silakan dikonsumsi
Sesuai dengan definisinya bahwa pangan fungsional dapat dikonsumsi
tanpa dosis tertentu, maka melibatkan pangan fungsional dalam menu
sehari-hari adalah tindakan yang sangat baik dan tepat dari segi gizi.
Konsumsi pangan fungsional dapat dilakukan oleh semua kelompok umur
(kecuali bayi).
Diversifikasi konsumsi pangan fungsional perlu diperkenalkan sedini
mungkin sejak masa kanak-kanak, agar setelah dewasa memperoleh manfaat
dan khasiat yang optimal, yaitu sehat dan bugar, produktif, mandiri,
serta berumur panjang.
Di masa mendatang kehadiran pangan fungsional atau yang diklaim
sebagai pangan fungsional akan semakin semarak di Tanah Air kita ini.
Sebagai konsumen yang bijak dan sadar akan pentingnya gizi bagi
kesehatan, maka selayaknya kita memperhitungkan betul manfaat dari
setiap rupiah yang kita keluarkan untuk membeli bahan makanan tersebut.
Kita harus terhindar dari perbuatan membeli makanan yang semata-mata
didasari atas pertimbangan selera dan prestise, tetapi tidak berarti
bagi pencapaian tingkat kesehatan yang optimal. Membaca label merupakan
tindakan yang harus kita lakukan sebelum memutuskan untuk membeli suatu
produk.
Adapun keterangan yang wajib dicantumkan pada label adalah: nama
pangan, berat/isi bersih, nama dan alamat perusahaan, daftar bahan yang
digunakan, nomor pendaftaran, waktu kedaluwarsa, kode produksi,
informasi nilai gizi, keterangan tentang peruntukan (jika ada), cara
penggunaan (jika ada), keterangan lain jika perlu diketahui (termasuk
peringatan), dan penyimpanan.
Made Astawan, Guru Besar di Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi-IPB
serta Ketua I Perhimpunan ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI).
Kandungan Mikroba / Mikroflora dalam Kefir
Dikelompokkan dalam 4 genus
ALL, agar supaya tidak berubah maksud, maka disajikan dalam bahasa aslinya.
LACTOBACILLI
Lactobacillus acidophilus
Lb. brevis [Possibly now Lb. kefiri]
Lb. casei subsp. casei
Lb. casei subsp. rhamnosus
Lb. paracasei subsp. paracasei
Lb. fermentum
Lb. cellobiosus
Lb. delbrueckii subsp. bulgaricus
Lb. delbrueckii subsp. lactis
Lb. fructivorans
Lb. helveticus subsp. lactis
Lb. hilgardii
Lb. helveticus
Lb. kefiri
Lb. kefiranofaciens subsp. kefirgranum
Lb. kefiranofaciens subsp. kefiranofaciens
Lb. parakefiri
Lb. plantarum
STREPTOCOCCI/LACTOCOCCI
Streptococcus thermophilus
St. paracitrovorus ^
Lactococcus lactis subsp. lactis
Lc. lactis subsp. lactis biovar. diacetylactis
Lc. lactis subsp. cremoris
Enterococcus durans
Leuconostoc mesenteroides subsp. cremoris
Leuc. mesenteroides subsp. mesenteroides
Leuc. dextranicum ^
YEASTS
Dekkera anomala t/ Brettanomyces anomalus a
Kluyveromyces marxianus t/ Candida kefyr a#
Pichia fermentans t/ C. firmetaria a
Yarrowia lipolytica t/ C. lipolytica a
Debaryomyces hansenii t/ C. famata a#
Deb. [Schwanniomyces] occidentalis
Issatchenkia orientalis t/ C. krusei a
Galactomyces geotrichum t/ Geotrichum candidum a
C. friedrichii
C. rancens
C. tenuis
C. humilis
C. inconspicua
C. maris
Cryptococcus humicolus
Kluyveromyces lactis var. lactis #
Kluyv. bulgaricus
Kluyv. lodderae
Saccharomyces cerevisiae #
Sacc. subsp. torulopsis holmii
Sacc. pastorianus
Sacc. humaticus
Sacc. unisporus
Sacc. exiguus
Sacc. turicensis sp. nov
Torulaspora delbrueckii t
* Zygosaccharomyces rouxii
ACETOBACTER
Acetobacter aceti
Acetobacter rasens
______________________________________________
Legend
t Teleomorph. Sexual reproductive stage. Yeast form pseudo-mycelium as in Flowers of Kefir.
a Anamorph. Asexual reproductive stage. Reproduce by budding or forming spores or cell splitting [fission].
# Can utilize lactose or lactate.
^ Aroma forming.
subsp. Sub specie type.
sp. Specie type.
sp. nov. New strain or new specie strain type.
biovar. Biological variation strain type.
var. Variety type.
Units Count of Microbes in Gram Stained Kefir Grains
Bacilli [single cells, pair, chains]
Streptococci [pair, chains]
Yeast [single cells]
The Means Range
Bacilli 66, 62-69%
Streptococci 16, 11- 12%
Yeast 18, 16- 20% [11]
Evolution Sequence among Genus Groups during Kefir Culture Cycle
Lactococci > Lactobacilli > Leuconostoc > Yeast > Acetobacter
Microbial Composition of Kefir at End of Fermentation [colony forming units/ml] **
Lactococci : 1,000,000,000
Leuconostocs : 100,000,000
Lactobacilli : 5,000,000
Yeast : 1,000,000
Acetobacter : 100,000
References
List of Bacterial Names with Standing in Nomenclature – Genus Lactobacillus
END NOTES Candida albicans has never been isolated from kefir grains
[as far as the author is aware at the time of writing]. Conditions make
it quite difficult for this particular opportunistic yeast to flourish
among the microflora of kefir grains and in kefir. Certain yeasts of
kefir include Candida as part of the nomenclature [name]. These yeasts
are not pathogenic yeasts as such, but are classified as Generally
Regarded As Safe [GRAS]. Some yeast strains of kefir may have the
potential to keep C. albicans in check in the host, for research has
shown that certain yeast strains of kefir can colonize the gut, giving
C. albicans competition for nutrients or good inhibition by some form of
chemical action by yeasts, and or the Lactic acid bacteria [LAB] of
kefir. Kefiran may also play an important role in this, for research has
shown kefiran markedly antagonized the growth of C. albicans, including
other strains of unfavourable fungi and bacteria.
Sumber :
Dom’s About Kefir
Kefir Obati Diabetes Sakit Gula Kencing Manis
Semua penyakit ada obatnya !!! Tapi mungkin saja saat ini belum dapat
ditemukan. Disamping itu, apa defenisi sembuh? Bila pengertian sembuh
adalah gejala dan gangguan akibat penyakit sudah tidak ada, dan tidak
perlu lagi minum obat, maka dengan yakin kami katakan bahwa Diabetes
(khususnya non IDDM – DM type 2) dapat disembuhkan !!! Tapi jangan
terlambat, karena flu juga bila dibiarkan bisa fatal !!! Patut diingat
bahwa karena diabetes menimbulkan komplikasi berbagai penyakit lain,
maka mungkin yang perlu diobati bukan hanya diabetesnya.
Bagaimana Kefir menyembuhkan diabetes?
Menyediakan Gizi yang sempurna
Gizi Kefir bahkan lebih baik dari susu. Nutrisi yang ada pada Kefir ,
menyediakan bahan-bahan yang diperlukan tubuh untuk memperbaiki sel-sel
yang rusak, termasuk sel-sel pankreas yang menghasilkan insulin.
Kefir juga menyediakan bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi
insulin. Tubuh memang pabrik farmasi, yang canggih. Namun butuh bahan
baku yang memadai, bila tidak ada bahan bakunya, bagaimana bisa
menghasilkan obat yang baik?
Memperbaiki Pencernaan dan Metabolisme
Kefir adalah pangan fungsional probiotik terbaik. Mengandung lebih dari
50 jenis mikrobia yang bersahabat dengan manusia. Para ahli kesehatan
percaya bahwa 90% dari penyakit dalam, dimulai dengan gangguan
pencernaan. Death begin in colon, begitulah ahli Barat menyebutnya.
Bakteri pada Kefir turut membantu mencerna makanan yang masuk,
sehingga efektivitas makanan menjadi optimal. Kefir juga merupakan serat
yang sangat baik, sehingga orang terhindar dari sembelit. Cairan Kefir
juga merupakan air hidup, yang mudah diserap tubuh sehingga membantu
mengantarkan zat yang diperlukan ke dalam sel dalam proses metabolisme.
Air ini membantu masuknya nutrisi ke sel, mirip dengan fungsi insulin.
Membantu tidur yang lelap
Perbaikan sel paling efektif pada saat tidur lelap. Tryptophan yang
terdapat pada Kefir membantu terjadinya tidur yang lelap. Perbaikan sel
pankreas, disertai dengan penyediaan bahan baku yang memadai untuk
pembuatan insulin adalah proses penyembuhan Diabetes. Kefir juga
digunakan untuk mengatasi imsomnia.
Detoksifikasi / menghilangkan racun
Racun bertebaran di sekitar kita, dalam makanan, di udara, bahkan juga
dihasilkan oleh tubuh kita dalam proses metabolisme. Kefir, seperti juga
susu dan air hidup lainnya, sangat berperan untuk membersihkan racun
yang masuk ke dalam tubuh, sehingga meringankan kerja hati dan ginjal.
Menggunakan Kefir sebagai obat Diabetes
¤ Bila gula puasa sudah di atas 200 mg/dl darah, minumlah Kefir
Prima minimal 3 kali sehari @ 1 gelas (200 cc). Untuk lebih cepat
menurunkan gula darah, gunakan Kefir Bening sebagai pengganti minum
sehari-hari.
¤ Bila gula puasa sudah di bawah 200, bisa menggunakan Kefir Optima,
yang bisa dibuat sendiri, yaitu mencampurkan 300 cc Kefir Prima dalam 2
s/d 3 liter susu murni segar tidak dimasak, kemudian di inkubasi kan
selama 48 jam pada temperatur ruang. Sesudah menjadi Kefir, simpan di
kulkas. Kefir Optima ini juga diminum 3 kalis sehari @ 200 cc.
¤ Setelah gula puasa di bawah 140, masuk masa pemeliharaan, dengan minum Kefir Optima 1 sampai 2 gelas sehari.
¤ Olahraga merupakan hal yang tidak tergantikan untuk menjadi sehat,
bagi siapapun. Ini penting, walaupun anda tidak menderita diabetes.
Lakukan olahraga sampai berkeringat minimal selama 20 menit sehari.
Sembuh dan SEMBUH TOTAL dari Diabetes
¤ Hilangnya rasa lesu, tidak cepat haus dan tidak selalu lapar
¤ Biang air kecil pada malam hari tidak berlebihan (tidak beser), yaitu tidak lebih dari 2 kali dalam semalam
¤ Ketika berolah raga, badan terasa segar dan dapat berkeringat
¤ Gula puasa maksimal 140, dan 2 jam setelah makan (dengan makanan yang
mengandung hidrat arang minimal 50 gram), tidak lebih dari 180
Sedangkan untuk mengetahui apakah anda telah SEMBUH TOTAL, dari
Diabetes, hentikan minum Kefir selama 1 minggu penuh, namun makan dan
minum serta olahraga tetap dijaga, tidak berlebihan. Kemudian lakukan
cek gula darah. Bila diperoleh angka gula puasa kurang dari 140 dan 2
jam setelah makan kurang dari 180, artinya anda sudah SEMBUH TOTAL dari
Diabetes
KAMBUH ?
Seperti juga penyakit flu atau panu, bila tidak dijaga, diabetes juga
bisa kambuh. Untuk menjaga tetap SEHAT dan BUGAR, maka anda perlu :
¤ Makan berimbang, 4 sehat 5 sempurna, penyempurnaannya adalah Kefir
Optima (Kefir Prima tentu lebih bagus), minimal 1 gelas sehari
¤ Olah raga minimal 20 menit sehari, sampai berkeringat
¤ Bila gula darah melonjak, atasi dengan Kefir Bening
sumber :
http://jogjakefir.wordpress.com/